Minggu, 29 Maret 2020

Menampis tersebarnya berita hoax
          Dunia sedang digemparkan dengan pandemi virus corona atau Covid 19 ini. Karena hal tersebut ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita yang asal asalan.  Berita ini bisa terjadi di sosial media seperti Instagram Facebook atau biasanya berita yang belum diketahui kebenaranya ini menyebar cepat lewat grup grup di aplikasi whatapps. Parahnya, banyak yang percaya dengan informasi yang belum tentu kebenaranya tersebut. Agar kita tidak menjadisalah satu penyebar berita tidak benar, maka saya memberikan solusi menurut pendapat pribadi

          1. Cari Informasi Dulu
              Kalau kita menemukan informasi yang aneh, jangan terburu-buru menguploadnya ke media sosial dengan berpikir kita bisa langsung mendapat banyak respon dari para netizen media sosial lainnya. Dengan harapan, komentar mereka bisa menjawab kebingungan kita. Hmm..Tapi kita harus hati-hati. Suatu berita sangat mudah mendadak jadi viral loh! Lebih baik, cek di internet. Kamu cari referensi berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda.
          2. Tahan Diri untuk Komentar dan Share
              Salah satu fitur unggulan media sosial adalah kita dapat dengan cepat berkomentar dan menyebarluaskan suatu informasi. Nah, kalau melihat isu yang berkaitan dengan SARA ataupun berita-berita yang memicu kontroversi, jangan ikut berkomentar negatif. Tahan diri dan jempol kita untuk nggak langsung klik share. Kita nggak perlu ikut menyebarkan berita yang negatif, apalagi berita yang mengandung rasa benci. Menyebarkan berita hoax bisa membuat kita terjerat hukum.
          3. Lalu laporkan berita atau informasi Hoax tersebut
              Jika kamu menemukan berita atau informasi hoax untuk mencegah agar tidak tersebar, kamu bisa melaporkan berita hoax tersebut di masing-masing media.
  • Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.
  • Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan tweet yang negatif, demikian juga dengan Instagram.
  • Kemudian, bagi pengguna internet kamu dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.
  • Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga telah menyediakan halaman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari warganet. TurnBackHoax sekaligus juga berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.

          Nah, itu merupakan beberapa cara untuk mengatasi berita hoax. Kita sebagai penikmat dan pengguna internet yang bijak harus berhati-hati dalam menerima berita jangan hanya diterima mentah-mentah. Oleh karena itu, kita harus mencari kebenaran dengan cara mengorek-ngorek faktanya. Dengan begitu kita dapat menjadi netizen yang cerdas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar